YAKINLAH KEPADA YESUS, GEMBALA BAIK


Senin, 8 Mei 2017 
A. BACAAN PERTAMA 
KISAH 11:1-18 
Petrus menceritakan kepada rasul lainnya tentang Roh Kudus mengurapi Kornelius, perwira Romawi dan hal ini menunjukkan Tuhan memgaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup kepada bangsa lain juga (ayat18). 
B. MAZMUR TANGGAPAN 
MAZMUR 42:2-3; 43:4-4 
Mazmur ini mengungkapkan kerinduan kepada Tuhan dan memuji bersyukur atas tuntunan Tuhan. 
C. BACAAN INJIL 
YOHANES 10:11-18 
Yesus mengatakan dirinya gembala baik mengenal, menuntun, domba-dombaNya bahkan rela menyerahkan nyawaNya. 
Sebagai gembala yang baik melindungi domba-dombaNya dan mengasihinya. 
RENUNGAN HARI INI 
Bacaan Injil hari ini memuat dua hal yang perlu kita ketahui yakni : 
Hal Pertama 
Yesus menjelaskan perbedaan antara orang upahan bukan gembala dan bukan pemilik domba dengan seorang gembala sekaligus pemilik domba. 
Yohanes 10:12-13 
Seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu. 
Menurut Yesus, diriNya adalah Gembala yang baik dan domba-domba itu adalah milikNya
Yohanes 10:11 
Akulah gembala yang baik. 
Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya 
Yohanes 10:18 
Tidak seorangpun mengambilnya dari padaKu, melainkan Aku memberikannya menurut kehendakKu sendiri. 
Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari BapaKu. 
Domba-domba itu adalah kita manusia 
Serigala itu adalah Iblis 
Hal kedua 
Domba-domba itu ada yang mengenal Yesus dan ada yang tidak mengenal Yesus tetapi akan mendengarkan suara Yesus dengan perantaraan gembala lain 
Yohanes 10:14-15 
Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-dombaKu dan domba-dombaKu mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawaKu bagi domba-dombaKu
Yohanes 10:16 
Ada lagi padaKu domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suaraKu dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala
Setelah kita ketahui ke2 hal ini maka kita umat kristiani hendaknya percaya dan imani dengan penuh keyakinan. 
Namun realitanya seringkali kesulitan dan penderitaan hidup memudarkan keyakinan bahwa Yesus adalah Gembalayang tidak akan membiarkan dombaNya tersesat atau diterkam dan dimangsa oleh serigala. 
Apalagi jika penderitaan hidup semakin menyulitkan hidup mereka sehingga menimbulkan keraguan dan pertanyaan dimanakah Tuhan padahal mereka amat mengharapkan pertolongan Tuhan tiba. 
Kita manusia cenderung tidak sabar dan ingin cepat mendapatkan jawaban atas segala permohonan kita; dan menuntut Tuhan mengabulkan doa-doa kita. 
Disinilah kunci masalahnya yaitu apakah kita mengenal Gembala kita? 
Yesus mengingatkan kita pada hari ini melalui firmanNya yaitu : 
Yohanes 10:14 
Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-dombaKu dan 
domba-dombaKu mengenal Aku 
Benarkah kita mengenal Yesus? 
Seberapa dalam kita mengenal Yesus? 
Yesus mengenal kita melebihi daripada pengenalan kita kepada Yesus. 
Yesus mengatakan bahwa : 
sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawaKu bagi domba-dombaKu (Yohanes 10:15). 
Dengan kita mengenal Yesus berarti kita mengenal Bapa melalui Yesus. 
Karena Yesus mengenal kita maka Bapa juga mengenal kita. 
Yesus mengenal kita; termasuk apa yang kita butuhkan, demkian juga Bapa tahu segala permohonan doa-doa kita. 
Matius 6:8b 
…..Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepadaNya. 
Keyakinan tentang Yesus adalah Gembala, hendaknya tidak terbatas pada pengetahuan saja tetapi harus dimaknai dalam sikap dan perbuatan kita. 
Ujian keyakinan iman kita akan teruji ketika kita berada dalam masalah hidup; apakah kita tetap percaya dan yakin pada Gembala kita yakni Yesus Kristus? 
Yohanes 10:18 adalah pegangan hidup kita dan hendaknya kita ingat selalu saat penderitaan semakin menekan hidup kita sehingga mulai timbul keraguan dan mulai menggoncangkan iman percaya kita kepada Yesus. 
Salam Kasih, 
Surya Darma 

Tinggalkan komentar